“Untuk anak-anak, tetap semangat belajar, gantungkan cita-cita setinggi langit, dan jangan pernah merasa sendirian. Polri akan selalu hadir menjadi keluarga untuk kalian semua,” ungkap AKBP Marganda Aritonang — kalimat yang disambut senyum bahagia dari wajah-wajah kecil yang malam itu merasa begitu diperhatikan dan dicintai.
Kapolres juga menyisipkan pesan penting tentang bahaya narkoba yang mengancam generasi penerus bangsa.
“Jauhi narkoba, karena narkoba akan merusak masa depanmu dan masa depan bangsa kita. Indonesia butuh generasi emas. Kita harus lindungi anak-anak kita bersama-sama,” tegasnya penuh keyakinan.
Penyerahan santunan tali asih berlangsung penuh haru, satu per satu anak menerima langsung dari tangan Kapolres dengan senyum yang tak ternilai harganya. Ceramah agama oleh Ustaz H. Zainal Abidin, L., S.Pd., M.Pd., kemudian memperkaya jiwa seluruh hadirin sebelum adzan Maghrib berkumandang.
Dan di situlah puncak keindahan sore itu terwujud — Kapolres, Wakapolres, seluruh perwira, personel, dan 50 anak yatim piatu berdiri bersama dalam satu saf yang sama, menunaikan shalat Maghrib berjamaah. Tidak ada seragam yang membedakan, tidak ada jabatan yang menghalangi — semua sama, bersujud kepada Sang Pencipta dalam kebersamaan yang paling murni.
Makan malam bersama mengakhiri sore yang luar biasa itu dengan tawa dan canda yang hangat, menutup program Sapa Ramadan Door to Door dengan kenangan indah yang akan terus terpatri di hati setiap anak yatim yang hadir.
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa. Ramadan Penuh Berkah untuk Seluruh Masyarakat Simalungun.
Laporan anton garingging












