Ironisnya, saat dikonfirmasi terkait penyebab dan langkah penanganan hutan pinus yang menguning tersebut, Kepala Dinas lingkungan hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, memilih bungkam. Pesan konfirmasi yang dikirim wartawan melalui WhatsApp sejak tanggal (25 hingga 26 September) hingga berita ini diterbitkan tidak dijawab.
Sikap bungkamnya Kadis lingkungan hidup dan Kehutanan Heri Wahyudi Marpaung tersebut sangat disayangkan. Sebagai penanggung jawab hutan di Sumatera Utara, seharusnya Kadis tanggap terhadap kerusakan hutan.
Masyarakat berharap Gubernur Sumatera Utara Bobi Nasution segera mengevaluasi kinerja Dinas Kehutanan dan segera menurunkan tim untuk menyelidiki penyebab matinya ribuan pohon pinus tersebut sebelum kerusakan semakin meluas.
Laporan AG












