Simalungun – Dewanusantaranews.com – Masyarakat Kelurahan seribu dolok Kecamatan silimakuta kabupaten Simalungun, Senin 17/10/2025 mengeluhkan pungutan sampah yang dikutip diatas tarif disinyalar sehingga masyarakat menjerit pasalnya setiap Rumah tangga dan ada juga pungutan pernah individu yg tinggal atau ngekost disetiap rumah.
Pungutan perumahan tangga Rp 20.000_”dan pungutan pre individu Rp 10.000/ jiwa jadi hal ini cukup meresahkan buat masyarakat yg tinggal di kelurahan seribu dolok.
Berhubung karena sudah ada pungutan per rumah tangga dan selagi pungutan pernah individu yg sama sama tinggal dlm satu rumah sehingga ada masyarakat yg sudah tdk mau lagi bayar sampah Rp 20.000_” Itu karna anak yg kost dirumah saya dipungut lagi Rp 10.000_” Sehingga saya tdk mau bayar lagi ” imbuh masyarakat yg tdk mau disebut namanya.
Sehingga dinas Kebersihan tdk mau lagi mengangkat sampah walaupun sampah itu sudah rapi dibuat masyarakat dalam karung karna masyarakat satu lorong itu lagi bayar pungutan sebesar Rp 20.000/Rumah tangga sehingga lokasi bau amis dan jelas kita ketahui bahwa timbulnya penyakit banyak bersumber dari sampah atau limbah.
Beberapa kalu warga sudah mendatangi kantor camat dan kebetulan pak Lurahnya ada dikantor camat itu dan pak camat Ricad Girsang mengatakan” ya saya akan konfirmasi nanti ke pak lurah ” ucapnya singkat .












