Dalam kesempatan itu, Bupati Afni membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Menteri menegaskan, guru adalah agen pembelajaran dan peradaban, yang harus membimbing murid dengan akhlak mulia, nalar kritis, dan hati yang jernih.
“Kehadiran guru kian diperlukan oleh murid di dalam dan di luar kelas sebagai figur inspiratif, teladan, digugu dan ditiru, orang tua, mentor, motivator, dan sahabat dalam suka dan duka,” jelasnya.
Bupati Afni menambahkan bahwa guru idealnya memiliki stamina intelektual, sosial, dan moral yang prima, serta teguh di tengah berbagai tantangan. Ia mengimbau masyarakat agar menghargai peran guru dan tidak menilai hanya dari angka-angka.
“Saya mengajak para guru untuk meluruskan niat, memperkuat motivasi, dan meneguhkan jati diri. Saya mengimbau masyarakat, orang tua, dan semua pihak agar menghargai jerih payah para guru, jangan hanya menilai kinerja dan menghakimi mereka dari angka-angka,” tegasnya.
Ia menutup dengan menekankan bahwa tanggung jawab pendidikan utama ada pada orang tua dan keluarga, namun guru hadir untuk mendampingi anak-anak belajar dengan cara terbaik.
“Sejatinya, tanggung jawab pendidikan yang pertama dan utama adalah orang tua dan keluarga. Berilah kesempatan para guru membantu mendidik anak-anak dengan cara terbaik, perbaiki komunikasi, kerja sama, dan saling menghargai,” tutupnya.
Parlindungan Tambunan












