Dewanusantaranews.com – Korban lemah muntah dan pusing pada kasus keracunan makanan sehingga diperlukan tindakan perawatan dan pemantauan serius agar nyawa anak anak tidak terancam. Hal ini disampaikan ke media.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengatakan, ditemukan dua menu yang menjadi biang kerok keracunan di Kota Bogor.
Berdasarkan hasil uji laboratorium, dua menu tersebut mengandung bakteri Coli dan Salmonela.
Tidak saja di Bogor hal ini terjadi. Tasikmalaya juga terjadi. Di Banten atau Bengkulu juga. Di banyak tempat juga terjadi.
Tidak ada pengawasan dari Pakar GIZI pada mutu makanan atau pengawasan dalam memasak maka terjadi hal yang tidak di duga dengan keracunan para siswa. Maka di minta harus ada pengawasan dan penanggung jawab setiap MBG untuk siswa setiap hari.
Maka anak anak dan pihak orang tua siswa kehilangan rasa percaya diri atas program MBG bila berdampak merugikan siswa dan pihak keluarga siswa.












