Identifikasi dilakukan menggunakan alat MAMBIS (Mobile Automatic Multi Biometric Identification System) dan IPS (Inafis Portable System), namun hasilnya masih non identik. Tim juga melakukan pengambilan sidik jari manual pada kartu AK-23.
Adapun ciri-ciri jenazah Mr X yakni laki-laki berusia di atas 40 tahun, tinggi badan sekitar 165 cm, berambut ikal, berhidung mancung, bertelinga besar, serta memiliki sejumlah tato di tubuhnya. Di antaranya tato bergambar perempuan dan ular pada lengan kanan atas, tato abstrak di lengan kiri, serta tato wanita pada bagian punggung kanan.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Kandis Kompol Herman Pelani, S.H., M.H., mengatakan pihak kepolisian saat ini terus berupaya mengungkap identitas korban.
“Polsek Kandis bersama jajaran Polda Riau masih melakukan pendalaman untuk mengetahui identitas korban. Kami juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut agar segera menghubungi Polsek Kandis atau RS Bhayangkara Polda Riau,” ujar Kompol Herman Pelani.
Ia menambahkan, kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial terkait pencarian identitas serta rencana penanganan jenazah apabila hingga batas waktu tertentu belum ada pihak keluarga yang datang mengakuinya.
Saat ini kasus penemuan mayat tanpa identitas tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Parlindungan Tambunan












