Serangkaian kegiatan dalam apel dimulai dengan kedatangan Komandan Apel, diikuti oleh Pimpinan Apel. Setelah doa dan penghormatan, laporan dari Komandan Apel kepada Pimpinan Apel dan pemeriksaan pasukan dilakukan. Puncak acara adalah penyematan pita operasi kepada perwakilan personil dari PM Rantauprapat, Sat Lantas, Dishub, dan Sat Pol PP oleh Pimpinan Apel.
Kapolres Labuhanbatu AKBP Dr. Bernhard L. Malau, S.I.K., M.H., dalam membacakan amanat Kapolda sumatera utara menekankan pentingnya kedisiplinan berlalu lintas sebagai cerminan peradaban dan budaya bangsa. Ia mengingatkan bahwa kepatuhan dalam berlalu lintas adalah faktor penting dalam mewujudkan visi Indonesia EMAS. Oleh karena itu, Operasi Patuh Toba 2024 yang berlangsung selama 14 hari, dari 15 hingga 28 Juli 2024, bertujuan untuk mendisiplinkan masyarakat dalam berlalu lintas.
Operasi ini melibatkan 1.377 personel diseluruh polres jajaran Polda Sumut dan fokus pada penertiban 10 jenis pelanggaran lalu lintas yang sering terjadi, termasuk pengendara tanpa helm SNI, melawan arus, menggunakan ponsel saat berkendara, berada di bawah pengaruh alkohol, pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi, menerobos lampu merah, dan melanggar marka serta rambu lalu lintas.
Kapolres juga menegaskan bahwa penindakan dalam Operasi Patuh Toba 2024 harus dilakukan dengan tegas dan tanpa pandang bulu. “Saya perintahkan agar tidak ada tebang pilih dalam penindakan penilangan. Anggota Polri yang melanggar lalu lintas harus ditilang juga, termasuk saya sendiri jika melanggar peraturan tertib berlalu lintas,” tegas AKBP Dr. Bernhard L. Malau.
Selain itu, Kapolres berharap Operasi Patuh Toba 2024 dapat menjadi momentum untuk menciptakan budaya berlalu lintas yang tertib di Sumatra Utara, terutama menjelang PON XXI tahun 2024. Dengan dukungan dan partisipasi masyarakat, diharapkan keamanan dan ketertiban lalu lintas dapat terjaga dengan baik di wilayah Labuhanbatu.












