“Yang penting paham karakter tanaman dan telaten merawat. Tidak rumit, biaya pun rendah,” ujar salah satu anggota polisi yang turut merawat kebun cabai.
Langkah sederhana ini dinilai berpotensi besar jika dikembangkan lebih luas. Cabai merupakan komoditas dengan permintaan pasar yang relatif stabil, bahkan cenderung meningkat. Dengan demikian, keberhasilan ini bisa menjadi model pertanian urban yang mampu mengatasi keterbatasan lahan dan menopang ekonomi lokal.
Dr. Herman juga menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pemerintah, petani lokal, dan pihak-pihak non-tradisional seperti aparat kepolisian. “Dinas Pertanian tidak perlu gengsi belajar dari polisi. Justru ini bukti bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci pembangunan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan,” katanya.
Keberhasilan Polda Kalbar menunjukkan bahwa inovasi bukan hanya milik akademisi atau teknokrat, tetapi bisa lahir dari kesederhanaan, kemauan, dan kerja nyata. Saatnya semua pihak menjadikan inspirasi ini sebagai gerakan pertanian baru Kalbar, menuju ketahanan pangan berbasis kemandirian dan kemitraan.
Pewarta : Jono Aktivis 98












