Dalam kesempatan itu, Afni mengenang masa-masa menempuh pendidikan di pesantren. Ia bercerita tentang kesederhanaan hidup yang justru menumbuhkan semangat perjuangan dan keikhlasan menuntut ilmu.
“Kalau saya tidak pernah menjadi santri, mungkin belum tentu bisa menjadi Bupati. Dari santri, saya belajar arti kesabaran dan perjuangan, termasuk rasanya menunggu kiriman uang jajan dari orang tua,” katanya sambil tersenyum.
Menutup amanatnya, ia berpesan agar para santri di Kabupaten Siak terus menanamkan semangat belajar, menjaga nilai-nilai kebangsaan, dan berani bermimpi menjadi pemimpin masa depan.
“Santriawan santriwati semua tetaplah semangat dalam menimba Ilmu, saya berharap dari pondok-pondok pesantren di Siak akan lahir pemimpin-pemimpin hebat berikutnya,” pungkasnya.
Parlindungan Tambunan












