Ketua DPRD Kabupaten Simalungun, Sugiarto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya peringatan Hari Santri ke‑12 ini. Beliau berharap kehadiran santri, ulama, dan tokoh agama dapat berkontribusi dalam mengatasi krisis moral generasi muda akibat pengaruh media sosial dan penyalahgunaan narkoba, serta mendukung program Asta Cita Presiden RI menuju Indonesia Emas secara mandiri.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Bulan Inklusi Keuangan. Edi Gunawan dari OJK Provinsi Sumatera Utara menyampaikan apresiasi kepada Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Simalungun atas upaya meningkatkan literasi dan akses keuangan masyarakat, termasuk keuangan syariah.
Edi menyampaikan data Survei Literasi Nasional dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 yang menunjukkan indeks literasi keuangan nasional mencapai 69,57 % dan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 %.
Selanjutnya Edi menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap karakteristik, manfaat, risiko, serta cara menggunakan produk keuangan syariah secara tepat melalui sinergi OJK, Pemkab Simalungun, TPAKD, industri jasa keuangan, dan para pemangku kepentingan.
Dalam rangkaian acara juga dilaksanakan penyerahan tabungan simpanan pelajar dan bantuan tali asih kepada santri, pengundian hadiah lucky draw, serta penampilan dari para santri. Dihadiri oleh unsur Forkopimda Kabupaten Simalungun, jajaran Pemkab Simalungun, perbankan, serta para pimpinan pondok pesantren se‑Kabupaten Simalungun.
Melalui peringatan ini, Pemerintah Kabupaten Simalungun berharap semangat perjuangan santri dan pesantren semakin menguatkan generasi muda, memperkokoh nilai keagamaan, serta mendukung upaya literasi keuangan masyarakat demi terwujudnya Simalungun yang berakhlak, maju, dan berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
(Red) Taruli clarisa Tambunan.SE












