“Kirab ini bukan sekadar perayaan, tetapi simbol cinta tanah air dan persatuan kita,” ujar Lettu Arh Suparman dengan penuh semangat. “Kami ingin membangkitkan rasa bangga sebagai warga negara Indonesia, terutama di wilayah perbatasan ini.”
Kegiatan kirab budaya dan pengarak bendera di sepanjang jalan Desa Humusu Wini berlangsung dengan aman dan lancar. Melalui inisiatif ini, diharapkan semangat nasionalisme masyarakat dapat semakin berkobar, menjadikan wilayah perbatasan RI-RDTL sebagai contoh nyata persatuan dan keberanian.
Acara ini menjadi saksi bisu akan cinta tanah air yang mengalir dalam darah setiap peserta, menjadikan momen bersejarah ini tak terlupakan dan mengukuhkan tekad untuk terus menjaga kedaulatan bangsa. (Pen Yonarhanud 15/DBY)












