“Kami telah berkoordinasi dengan PT Bridgestone dan PTPN IV Unit Dolok Ilir terkait langkah-langkah pencegahan banjir. Sinergi ini terus kami tindak lanjuti agar ke depan dapat diwujudkan solusi yang efektif, sehingga masyarakat tidak lagi dihantui bencana banjir setiap musim hujan. Seluruh perkembangan terus kami pantau dan tindak lanjuti secara berkesinambungan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah Serbelawan, Ustad Syaripuddin Panjaitan, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur yang mendalam atas perhatian serta respons cepat Pemerintah Kabupaten Simalungun dalam membantu proses pemulihan lingkungan sekolah.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung dengan nyaman dan aman. Kami juga berharap kepada pemerintah agar segera menyusun langkah menyeluruh, sehingga masalah banjir yang kerap melanda Serbelawan saat hujan deras tidak terjadi lagi,” ungkapnya.
Penanganan menyeluruh ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Simalungun dalam memastikan pemulihan pascabencana berjalan cepat, terarah, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui semangat gotong royong dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat luas, proses pemulihan kawasan terdampak banjir di Serbelawan terus dipercepat.
Di sisi lain, sinergi lintas sektor yang telah terbangun diharapkan menjadi fondasi dalam memperkuat langkah mitigasi dan pencegahan bencana ke depan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Simalungun juga terus melakukan peninjauan kondisi akses jalan menuju kawasan PLTA Bah Bolon, Dolok Ilir I, guna mencari jalur yang dapat dilalui alat berat untuk mendukung penanganan serta langkah-langkah teknis di lapangan.
Dengan kesadaran bahwa penanganan banjir memerlukan proses, koordinasi, serta sinergi berbagai pihak, Pemerintah Kabupaten Simalungun terus bergerak memulihkan kawasan yang terdampak, memperkuat kolaborasi, dan bekerja keras agar banjir tidak kembali melanda masyarakat.
Laporan AG












