Budiman menyampaikan, Pemkab Simalungun sangat serius melakukan langkah pencegahan, salah satunya dengan mengaktifkan kembali Pintu Air Bahbolon yang sudah lama mati. Pintu air Bahbolon yang dibangun pada tahun 1912 ini adalah Hilir Dari Sungai Bahsikkam yang telah 6 tahun tidak berfungsi.
“Setelah pintu air dapat berfungsi kembali, kita akan lanjutkan dengan pengerukan endapan yang cukup tebal di sana. Dengan demikian, aliran air di kawasan ini diharapkan lebih terkendali dan risiko genangan dapat berkurang,” jelas Budiman.
Budiman juga menekankan bahwa penanganan banjir memerlukan kerja sama semua pihak dan tidak dapat dilakukan sendiri. “Sinergi lintas sektor akan terus diperkuat agar terwujud solusi yang efektif dan berkelanjutan. Kita tidak ingin masyarakat terus dihantui ancaman banjir setiap musim hujan. Seluruh perkembangan akan terus dipantau dan ditindaklanjuti secara berkesinambungan,” tegasnya.
Normalisasi Sungai Pondok Pelita dan pengaktifan kembali Pintu Air Bahbolon menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Simalungun dalam memperkuat sistem pengendalian banjir di kawasan Serbelawan dan sekitarnya.
Penanganan dilakukan secara cepat, terarah, dan berkelanjutan, tidak hanya berfokus pada pemulihan pascabencana, tetapi juga pada pencegahan agar kejadian serupa dapat diminimalkan. Dengan dukungan segenap elemen masyarakat, Pemkab Simalungun terus bergerak membangun solusi nyata: banjir ditangani, lingkungan dipulihkan, dan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.
Laporan AG












