Sementara itu, Ketua DPRD Simalungun, Sugiarto, berharap para petugas pendamping dapat menuntun jamaah dengan baik agar mereka bisa fokus beribadah.
“Mari kita do’akan jamaah kita selalu dalam keadaan sehat. Kami juga berharap kuota haji untuk Simalungun dapat bertambah di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Bupati Anton Achmad Saragih mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama melantunkan talbiah. Bupati juga membagikan pengalaman pribadi saat menunaikan ibadah haji pada tahun 1981 dan 1994.
“Yang paling berat itu saat pulang haji, apakah kita menjadi semakin baik atau sama saja karena banyak godaannya. Maka dari itu, niatkan dengan kuat. Insya Allah rombongan akan pulang pada tanggal 16 Juni menjadi haji mabrur, berangkat dan pulang dengan jumlah yang sama,” tegas Bupati.
Bupati juga menegaskan pentingnya kesabaran selama di tanah suci dan berpesan kepada keluarga yang ditinggalkan untuk tetap tenang, karena dengan niat yang baik Insya Allah akan diberi kemudahan untuk berangkat di masa mendatang.
Dari data yang diperoleh, jamaah laki-laki tertua berusia 80 tahun atas nama Rahman Redjo Setiko dan termuda Derian Reditya Nugraha (23 tahun). Sementara jamaah wanita tertua adalah Kaminah Damanik (82 tahun) dan termuda Alma Dhea Arum Sari (25 tahun).
Rangkaian acara juga dilakukan penyerahan rompi Kementerian Haji kepada Bupati Simalungun dan penyerahan pataka Habonaron Do Bona kepada ketua rombongan sebagai doa restu agar perjalanan jamaah selamat dan lancar.
Laporan AG












