“Ini semuanya adalah produksi dari UMKM di Kabupaten Simalungun. Ini kesempatan untuk mempromosikan produk Simalungun. Ada teh, kopi, madu, kemudian banyak jeruk dari pertanian, ada jahe, cabai, salak, dan bawang merah. Semuanya kita promosikan melalui ajang expo ini,” kata Bupati.
Menurut Bupati, keikutsertaan Kabupaten Simalungun dalam ajang tersebut bukan sekadar untuk menampilkan produk unggulan daerah, melainkan juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
Momentum AOE 2026 diharapkan mampu memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan transaksi, membuka akses investasi, serta menghadirkan berbagai peluang kemitraan usaha bagi pelaku UMKM dan masyarakat Kabupaten Simalungun.
Pemkab Simalungun terus berkomitmen mendorong agar potensi daerah mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan semakin terbukanya akses pasar, diharapkan UMKM semakin berkembang, produk pertanian memiliki nilai tambah yang lebih tinggi, kesejahteraan petani meningkat, serta pertumbuhan ekonomi daerah terus bergerak maju.
Melalui keikutsertaan dalam Apkasi Otonomi Expo 2026, Kabupaten Simalungun kembali menunjukkan komitmennya untuk membawa produk lokal naik kelas, dikenal lebih luas, dan mampu menembus pasar nasional bahkan internasional. Dari Simalungun untuk pasar yang lebih luas.
Laporan AG












