Menanggapi hal itu, Bupati Siak Afni Zulkifli menyatakan Pemkab Siak menyambut baik inisiatif ini. Namun, ia menekankan perlunya pembahasan lebih rinci terkait mekanisme operasional, pembagian peran antar daerah, dan aspek keekonomian sebelum program dilaksanakan.
“Kami menyambut baik program ini.Namun sebelum pelaksanaan, kami harus perhitungan matang terkait aspek keekonomian, termasuk biaya pengangkutan, tenaga kerja, dan nilai ekonomi sampah yang ada di TPA kami. Hal ini penting agar implementasinya efektif dan berkelanjutan,” ujar Bupati Afni.
Afni menambahkan, saat ini Kabupaten Siak menghasilkan sekitar 192 ton sampah per hari, dan belum tertangani secara optimal. Dengan PSEL, diharapkan pengelolaan sampah dapat lebih efisien, sekaligus mendukung upaya Siak mempertahankan prestasi sebagai kota peraih Adipura.
Sementara itu, DLHK Provinsi Riau mencatat, timbulan sampah harian dari tiga daerah yang menjadi fokus kerja sama PSEL telah mencapai lebih dari 1.500 ton per hari, jumlah yang dianggap cukup untuk mendukung operasional satu unit PSEL.
Dengan sinergi antara Pemprov Riau, Pemkab Siak, Pemkab Kampar, dan Pemko Pekanbaru, pembangunan PSEL regional diharapkan menjadi langkah awal menuju pengelolaan sampah yang lebih modern, ramah lingkungan, dan bernilai energi bagi masyarakat Riau.
Parlindungan Tambunan












