Bambang juga menyoroti tingkat kunjungan masyarakat ke MPP Siak saat ini masih rendah. Karena itu, perlu strategi untuk menghidupkan suasana MPP agar menjadi pusat aktivitas publik yang menarik, inklusif, dan ramah bagi seluruh kelompok masyarakat, termasuk penyediaan fasilitas untuk penyandang disabilitas, pelaku UMKM, dan anak-anak.
Bupati Siak Afni menyampaikan apresiasi atas masukan dan rekomendasi Ombudsman Riau terhadap pelayanan publik di Kabupaten Siak,“ Masukan Ombudsman sangat berharga bagi kami untuk memperbaiki pelayanan publik di Kabupaten Siak. Kami akan tindaklanjuti rekomendasi tersebut, termasuk memperkuat kelembagaan dan memusatkan seluruh layanan di MPP,” ujar Afni.
Bupati juga menegaskan bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja MPP Siak, termasuk efektivitas pelayanan, struktur organisasi, dan efisiensi pembiayaan pelayanan
“Saya ingin MPP Siak benar-benar menjadi pusat pelayanan publik yang efisien dan ramah masyarakat. Jika layanan sudah terpusat, kita bisa menghemat biaya listrik, SDM, bahkan memungkinkan penerapan konsep work from anywhere (WFA) bagi ASN tertentu. Ini langkah konkret untuk efisiensi di tengah kondisi fiskal daerah yang terbatas,” tambahnya.
Selain optimalisasi layanan tatap muka, Bupati Afni juga menekankan pentingnya digitalisasi layanan publik agar masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kabupaten tetap dapat mengakses layanan melalui smartphone atau aplikasi daring.
“Kita bisa belajar dari praktik baik di daerah lain, seperti Surabaya. Digitalisasi layanan publik adalah keniscayaan, dan ini akan menjadi arah inovasi pelayanan di Siak ke depan,” ujarnya.
Di akhir pertemuan, Bupati Afni menyampaikan keinginannya untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dengan Ombudsman.
“Kami siap berkolaborasi dengan Ombudsman, dari pertemuan ini kami perlu nantinya susun bersama Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk memperkuat pengawasan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Siak,” sebutnya.
Sebagai tindak lanjut dari kunjungan ini, Pemerintah Kabupaten Siak menegaskan komitmennya untuk menjadikan Mal Pelayanan Publik (MPP) Siak sebagai simbol transformasi pelayanan publik yang berintegritas, inklusif, dan berbasis digital.
Parlindungan Tambunan












