Selain itu, Rapim TNI 2025 menghadirkan pembekalan dari sejumlah narasumber, termasuk Menteri PANRB, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), serta pejabat tinggi TNI. Materi yang dibahas mencakup strategi pertahanan, reformasi birokrasi, dan penguatan sinergi lintas sektor dalam menghadapi dinamika global dan nasional.
Menyikapi Rapim ini, Mayjen TNI Jimmy Ramoz Manalu selaku Pangdam XVIII/Kasuari menegaskan komitmen Kodam XVIII/Kasuari dalam mendukung kebijakan strategis TNI, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.
“Kami akan terus mengoptimalkan peran TNI dalam menjaga kedaulatan negara, terutama di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya, dengan pendekatan yang humanis dan profesional,” ujarnya.
Rapim TNI 2025 diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah strategis yang lebih adaptif dalam menghadapi dinamika global serta memperkuat postur pertahanan negara guna menghadapi berbagai potensi ancaman di masa depan.
(Pendam XVIII/Ksr)












