Pada kesempatan tersebut, Ny. Darmawati menyampaikan “Tiga Kilas ABK” sebagai panduan kerja bagi seluruh kader Posyandu dan Dasawisma di Simalungun yaitu;
1). Mengunjungi setiap Posyandu untuk mendeteksi dini balita yang mengalami keterlambatan berjalan, berbicara, maupun kurang kontak mata. 2). Melaporkan data secara akurat melalui Form Dasawisma dan aplikasi SIPKK pada kolom khusus Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). 3). Merujuk anak yang terdeteksi ke RRABK serta mendampingi orang tua hingga anak dapat tumbuh mandiri. Langkah ini merupakan bagian dari implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang sosial dan kesehatan.
Ny. Darmawati juga menekankan pentingnya validasi data yang tepat agar bantuan dari pemerintah pusat, mulai dari alat bantu jalan, alat bantu dengar, hingga anggaran terapi, dapat tersalurkan dengan tepat sasaran ke Kabupaten Simalungun.
Kepada orang tua yang hadir, Ny. Darmawati memberikan semangat agar tidak pernah merasa minder atau menyembunyikan kondisi anak. “Jangan malu, jangan sembunyi. Anak istimewa adalah titipan Tuhan yang harus kita muliakan bersama,” pesannya penuh kasih sayang.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan berupa alat timbang badan, alat tensi, serta paket sembako dari Dinas Sosial Kabupaten Simalungun sebagai bentuk dukungan operasional dan perhatian kepada anak-anak.
Turut hadir mendampingi dalam kegiatan ini antara lain Ketua Darma Wanita Persatuan Kabupaten Simalungun, Ny. Yulince Mixnon Andreas Simamora, Kepala Dinas Sosial Osnidar Marpaung, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Eva Tambunan, serta perwakilan dinas terkait lainnya.
Laporan AG












