Ia menjelaskan, untuk menentukan sumber asap secara ilmiah, harus dilihat secara bersama-sama antara hotspot, luas kebakaran, citra satelit, arah angin, dan dinamika atmosfer.
“Saat ini kualitas udara di beberapa wilayah juga terpantau fluktuatif. Karena itu, kondisi clear di lokasi kebakaran tidak serta-merta membuat kualitas udara langsung kembali normal,” kata dia.
“Karhutla merupakan persoalan lintas wilayah. Asap karhutla bergerak mengikuti dinamika atmosfer,” tambahnya.
Kabut asap kembali dirasakan sejak Senin lalu. Berdasarkan update Informasi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dirilis Dinas Kominfo Siak, kualitas udara di Kabupaten Siak berada pada kategori sangat tidak sehat. Hingga saat ini, aktivitas sekolah jenjang PAUD dan TK masih diliburkan.
Parlindungan Tambunan












