Nasional II – Dewanusantaranews.com – Dalam rangka melindungi Nasabah dari berbagai praktik -praktik penipuan yang semakin masif dewasa ini, Bank Rakyat Indonesia (BRI) secara berkala melakukan langkah dan upaya nyata guna mengedukasi Masyarakat (Nasabah) tentang potensi penipuan Online. Pihak BRI juga terus mengembangkan aplikasi untuk melindungi Nasabah dengan fokus pada proses, teknologi, dan Sumber Daya Manusia (SDM) .
BRI mengimbau sekaligus mengingatkan,agar Nasabah selalu waspada terhadap modus SOCIAL ENGINEERING (SE) yang memanfaatkan kelemahan Psikologis calon korban.
Berdasarkan data yang dirangkum Media, pada Senin (26/5/2025), setidaknya ada 5 (lima) model atau modus yang kerap dilakukan oleh penipu dan/atau sindikat penipuan. Berikut 5 pola Social Engineering yang ditujukan para Sindikat Pelaku penipuan terhadap calon korbannya :
1.Phishing Melalui Situs Palsu ; Pelaku membuat halaman login yang menyerupai sistem Perbankan resmi untuk mencuri kredensial pengguna.
2.URL Website Palsu ;
Pencurian data atau phising dengan menggunakan alamat website palsu yang dibuat semirip mungkin dengan situs resmi suatu Lembaga keuangan atau Lembaga lainnya. Kemudian, Pelaku akan menyebar luaskan link website palsu tersebut dan meminta calon korban untuk mengisi informasi sensitif pada kolom yang tersedia.
3.Smishing (SMS Phishing),
Selain menggunakan website, pelaku kejahatan juga memanfaatkan pesan teks (SMS) untuk mengelabui korban.
Cara ini dikenal dengan sebutan Smishing. Pelaku akan mengirimkan pesan yang mengatasnamakan Lembaga tertentu untuk menjebak Nasabah. Pesan tersebut berisi tautan berbahaya yang dapat mencuri data atau mengarahkan data-data calon korban ke situs palsu.












