Selain itu, almarhum juga dikenal sebagai penjaga Makam Sultan Siak dan sosok yang setia merawat nilai-nilai sejarah dan budaya Melayu. Dalam setiap ziarah ke Makam Tengku Buang Asmara, almarhum kerap menyajikan kopi khas racikan sendiri yang terbuat dari beras, sebuah tradisi sederhana namun sarat makna.
Afni juga mengenang pesan pribadi almarhum yang hingga kini membekas dalam ingatannya. “Beliau pernah berbisik, ‘Teguhkan hati untuk Siak. Usah terlalu dihiraukan cakap orang. Ini kampung awak, kalau tak kito, siapo lagi yang akan jago marwah negeri,’” tuturnya.
Bupati Siak menilai pengabdian almarhum kepada adat dan negeri telah paripurna. “Tunai sudah abdimu, Datuk, untuk Negeri Istana. Insya Allah husnul khotimah,” ucap Afni.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Siak dan seluruh masyarakat, Afni mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. “Al-Fatihah,” doanya.
Parlindungan Tambunan












