“Permintaan talenta siber meningkat 20–30% per tahun, tetapi jumlah lulusan dan profesional masih terbatas. Kompetensi di bidang cloud security, cryptography, serta keamanan IoT dan AI juga belum merata. Selain itu, kemampuan analitis, komunikasi lintas disiplin, dan kolaborasi dalam situasi krisis perlu ditingkatkan,” paparnya.
Eko menegaskan, Kemenko Polkam berperan sebagai koordinator lintas sektor untuk memastikan kebijakan dan program percepatan penyiapan SDM keamanan siber berjalan sinergis.
“Ini sejalan dengan arahan Presiden dalam mewujudkan SDM digital unggul, termasuk penguatan keamanan data di program prioritas seperti Cek Kesehatan Gratis, Koperasi Merah Putih, dan Makan Bergizi Gratis,” tandasnya.
Pewarta : Jono Aktivis98












