Lebih lanjut, Kapolri menjelaskan dalam menghadapi tantangan tersebut kecepatan dan kecepatan respon menjadi salah satu faktor utama keberhasilan penanganan bencana oleh karena itu diperlukan kesiapan yang optimal dari seluruh elemen bangsa baik dari TNI Polri pemerintah pusat hingga daerah, BNPB, Basarnas, PMI, BMKG, Kementerian lembaga dan stakeholder beserta seluruh masyarakat guna menjamin terlaksananya quick respon terhadap setiap situasi bencana.
Sebagaimana disampaikan oleh Presiden RI Bapak Prabowo Subianto, dalam rangka sidang kabinet Paripurna tanggal 20 Oktober 2025 bahwa kita diberi kekuasaan oleh rakyat untuk melindungi rakyat dari semua bahaya, termasuk bahaya ancaman dari badai, dan bencana lainnya. Hal ini merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh kita harus mampu menunjukkan bahwa negara selalu hadir untuk melindungi setiap rakyat Indonesia dalam setiap situasi terutama dalam menghadapi masa-masa sulit.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personil dan pihak yang turut berkontribusi aktif serta hadir dalam pelaksanaan apel persiapan dalam rangka tangkap darurat bencana ini, mari kita laksanakan tugas dengan penuh semangat keikhlasan dan rasa tanggung jawab sehingga amanah ini dapat terlaksana dengan baik dan menjadi ladang ibadah bagi kita,” tandasnya.
Sementara itu, Kasi Intel Kasrem 133/NW, Kolonel Kav Erwandarno, menyampaikan bahwa kehadiran TNI, khususnya personel Korem 133/NW, merupakan wujud sinergi dan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
“Kesiapsiagaan adalah kunci. Melalui apel gelar pasukan ini, kita pastikan semua unsur dan alat perlengkapan siap digerakkan sewaktu-waktu. Personel Korem 133/NW siap bersinergi dengan seluruh stakeholder untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan memulihkan kondisi pascabencana,” ujar Kolonel Kav Erwandarno.
Korem 133/NW turut mengimbau kepada masyarakat Gorontalo untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana. Masyarakat diharapkan aktif memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD setempat serta mengikuti petunjuk evakuasi yang telah ditetapkan.
( Sitriyanti/Idrak )












