Selain meninjau langsung proses pembersihan, Kasad juga meresmikan lima sumur bor yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga. Kehadiran sumur ini diharapkan menjadi solusi permanen bagi masyarakat sekitar yang selama ini mengandalkan pasokan air dari sumber terbatas.
“Kita telah membuat lima sumur bor air, nanti ke depan kita juga bersama-sama dengan pemerintah daerah melanjutkan ini. Untuk diketahui juga, ponton ini kita bekerja sama dengan Bank Mandiri dan dibantu (Balai Besar Wilayah Sungai) BBWS untuk membersihkan danau. Saya kira kalau kita kompak untuk masalah air bersih dan juga masalah pengairan, danau, sungai bisa kita perbaiki, khususnya di Jawa Barat,” imbuh Jenderal Maruli.
Kasad memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung, mulai dari Pemkab Garut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, BBWS Jawa Barat, Bank Mandiri, hingga masyarakat yang turut berpartisipasi. Sinergi inilah yang menurutnya menjadi kunci keberhasilan menjaga kelestarian Situ Bagendit secara berkelanjutan.
Dengan program ini, diharapkan Situ Bagendit akan terus terjaga kebersihannya, menjadi destinasi wisata yang semakin diminati, sekaligus mempertahankan peran ekologisnya sebagai sumber kehidupan masyarakat di sekitarnya. *(Dispenad)*












