Lebih dari sekadar penyerahan hewan kurban, TGB juga menitipkan pesan yang dalam kepada seluruh masyarakat Simalungun dan Sumatera Utara. Beliau menegaskan agar momentum Idul Adha 1447 H ini dijadikan titik tolak untuk memperkuat nilai-nilai toleransi, persatuan bangsa, dan kebhinekaan yang selama ini menjadi kekuatan besar Bangsa Indonesia.
“Jadikan Hari Raya Idul Adha ini sebagai momentum utama untuk memperkuat toleransi, mempererat persatuan bangsa, dan menjaga kebhinekaan kita. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk memperingati hari raya kurban ini dengan semangat saling menghormati dan mempererat kerukunan antarumat beragama,” ungkap TGB dengan penuh wibawa.
Pimpinan Persulukan yang dikenal luas di kalangan masyarakat Sumatera Utara itu juga menekankan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama rangkaian ibadah dan perayaan Idul Adha berlangsung, baik di wilayah Provinsi Sumatera Utara maupun khususnya di Kabupaten Simalungun, agar seluruh umat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk, aman, dan kondusif.
Kehadiran Polri dalam momen keagamaan seperti ini mempertegas bahwa institusi Kepolisian bukan hanya hadir saat terjadi gangguan keamanan, tetapi juga hadir sebagai mitra sejati masyarakat dalam setiap suka dan duka, termasuk di hari-hari besar yang penuh makna. Kegiatan berlangsung aman, lancar, dan penuh kehangatan hingga selesai.
Laporan AG












