Adapun di SPPG Polres Simalungun 2, menu porsi besar untuk jenjang PAUD hingga SMA terdiri dari nasi putih, ikan nila sambal geprek, tempe crispy, sup kentang wortel, dan buah manggis. Sementara menu keringan 3B disesuaikan untuk kategori balita, ibu menyusui, dan ibu hamil, lengkap dengan buah-buahan dan susu UHT sesuai kebutuhan gizi masing-masing, dengan total penerima manfaat mencapai 2.769 orang.
“Total penerima manfaat di SPPG Polres Simalungun 2 mencapai 2.769 orang, dengan menu yang disesuaikan khusus bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui,” kata dr. Sirovenesia Banjarnahor.
Dari hasil pemeriksaan organoleptik di ketiga lokasi, seluruh sampel makanan menunjukkan bentuk, rasa, aroma, dan warna yang normal. Sementara dari sisi uji kimia, seluruh sampel dinyatakan negatif dari kandungan boraks, formalin, nitrit, nitrat, serta fosfat, dengan tingkat keasaman (pH) berada di angka 6 yang tergolong aman untuk dikonsumsi.
“Hasil uji kimia menunjukkan seluruh sampel makanan negatif dari boraks, formalin, nitrit, nitrat, dan fosfat, dengan pH normal di angka 6,” pungkas dr. Sirovenesia Banjarnahor.
AKP Verry Purba menambahkan, secara keseluruhan, ketiga kegiatan pemeriksaan food safety di SPPG Polres Simalungun 1, 2, dan 3 berjalan dengan baik dan lancar tanpa ditemukan adanya kendala. Total penerima manfaat dari ketiga SPPG tersebut mencapai 8.255 orang, mencakup pelajar, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di wilayah Kabupaten Simalungun.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus dipertahankan secara konsisten sebagai upaya preventif dalam menjaga kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda dan kelompok rentan, sekaligus menjadi bentuk pengawasan berkelanjutan Polri terhadap kualitas pangan yang beredar dan dikonsumsi oleh masyarakat Simalungun.
Laporan AG












