Maka itu, mulai hari ini, suara rakyat tak perlu lagi diteriakkan. Karena suara rakyat tidak lagi diyakini sebagai suara Tuhan. Bahkan mungkin, Tuhan sendiri pun sudah dianggap tidak lagi ada. Sehingga rumah ibadah seperti tempat singgah untuk sekedar melepas penat setelah seharian memburu harta kekayaan untuk menjadi gunung sesembahan yang dianggap paling membanggakan. Maka itu, materialistik telah resmi menjadi pengganti sikap dan sifat spiritualisme.
Dan rakyat pun mulai berpikir untuk memasang tarif untuk semua aksi dan unjuk rasa yang sebetulnya telah memberi info, ide dan gagasan untuk memperbaiki diri maupun keadaan agar tidak semakin memburuk dan membuat sengsara banyak orang. Jadi, mulai hari ini aksi dan unjuk rasa memasuki masa berbayar. Tidak lagi akan ada aksi dan unjuk rasa yang gratisan. Katena ide, gagasan serta usulan perbaikan telah ikut menjadi komoditi yang mahal, seperti Sembako dan kebutuhan hidup lainnya yang terus melambung dan meroket ke langit.
Tangerang, 14 Desember 2024












