Artinya, puisi esai itu bagi saya tampilan kesing puisi yang dilengkapi oleh menu esai agar lebih enak dan perlu dicermati bagii para penikmat sastra yang dulu sajiannya fanatis pada konvensi yang mungkin sudah terasa sangat membosankan. Sebab yang penting dari ruh puisi yang lembut dan tajam itu bisa tampil lebih tangkas merobek cakrawala pandang yang gelap, untuk melihat sosok yang lebih bugil sehingga cahaya pandang dapat menembus kedalam di lubuk hati.
Sah dan afdol nya puisi esai itu untuk hadir dan ditampilkan kepada warga masyarakat sastra, tidak ada bedanya dengan hak esai puisi yang lebih liris memapar suatu topik (masalah) dengan lantun dan irama yang lebih puitis, sehingga makna yang diusung dapat lebih sedap dan asyik untuk direnungkan inti sarinya untuk menambah daya hidup yang semakin loyo akibat kondisi ekonomi yang semakin memburuk sekarang ini.
Intinya, puisi esai tak hanya dihadirkan untuk menghibur, tapi juga dapat menjadi acuan sandingan dalam merenungkan hidup dan kehidupan hari ini dan hari esok dari apa yang sudah kita tanam kemarin. Karena yang tidak kalah penting dari kehadiran puisi esai dalam khazanah sastra Indonesia yang sedang loyo dan mengidap penyakit darah rendah dapat menjadi penyegar gairah hidup, agar sastra Indonesia tidak seperti kerakap hidup di atas batu
Pecenongan, 12 Desember 2024












