Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

Jacob Ereste Kekayaan Warisan Budaya Suku Bangsa Nusantara Pantas Menjadi Rujukan dan Pusat Kajian serta Pengembangan Spiritual Dunia

×

Jacob Ereste Kekayaan Warisan Budaya Suku Bangsa Nusantara Pantas Menjadi Rujukan dan Pusat Kajian serta Pengembangan Spiritual Dunia

Sebarkan artikel ini

Bahkan dari situs Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Geologi (PVMBG) Indonesia mempunyai 127 gunung aktif hingga Indonesia terbilang juga jumlah sebagai pemilikan gunung aktif terbanyak di dunia. Sedangkan danau, sekitar 5.807 danau asli, bukan buatan, seperti danau Sunter di Jakarta Utara, termasuk waduk Kedung Ombo di Jawa Tengah yang pernah menjadi topik menghebohkan tahu. 1980-an. Uniknya, pemerintah justru melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan cuma tertarik untuk menanam 1,1 juta pohon di areal seluas 98 ribu hektar di sekitar bibir Danau Toba, Sumatra Utara, justru tidak di areal banjir lumpur Lapindo, Jawa Timur yang sempat diklaim sebagai bencana alam, bukan kesalahan teknis pengolahan proyek raksasa tersebut.

Catatan resmi dari pemerintah, sebanyak 170 danau tersebar di Sumatra, 139 danau di Kalimantan, 31 danau di Jawa dan Bali, 30 danau di Sulawesi, serta 127 danau di Papua atau Irian Barat. Tentu danau yang cukup terkenal seperti danai Kalimutu di Flores, danau Poso Sulawesi Tengah, danau Sentani di Papua, danau Maninjau dan danau Singkarak di Sumatra Barat, danau Gunung Tujuh Jambi, danau Jepara di Lampung Timur dan danau Toba di Sumatra Utara yang indah dan sungguh fenomenal karena mempunyai ombak yang mampu menenggelamkan kapal yang menjadi sarana transportasi warga masyarakat sekitarnya.

Baca Juga  Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonzipur 5/ABW Hadiri Musdes Perencanaan Pembangunan RKPDes Tahun 2025

Kekayaan warisan budaya leluhur suku bangsa Nusantara seperti Komplek Candi Dieng yang diperkirakan memiliki 400 buah candi, tapi kini cuma tersisa 8 bangunan saja. Candi Batujaya di desa Segaran, Karawang, Jawa Barat, komplek Candi Muara Takus di Riau, Candi Mara Jambi, di Jambi, Candi Borobudur di Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, candi Penataran di Blitar, Jawa Timur yang konon dibangun semasa Raja Srengga pada tahun 1200 Masehi dari Kerajaan Kediri yang terus digunakan hingga pemerintahan Raja Wiramawardhana dari Kerajaan Majapahit tahun 1415 Masehi.

Ada juga Candi Ratu Boko berdekatan dengan Candi Prambanan. Candi Tikus yang disebutkan oleh Mpu Prapanca dalam Kitab Negarakertagama sebagai tempat pemandian raja Majapahit, di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur yang dipercaya sebagai lokasi dari Ibukota Kerajaan Majapahit.

Baca Juga  Berantas Geng Motor Dan Balap Liar, Polres Tebing Tinggi Kembali Gelar Patroli

Selain itu ada Candi Dieng yang konon dibangun semasa Kerajaan Kalingga, di Jawa Tengah. Menurut para ahli percandian di Indonesia todak kurang dari 400 candi yang diwariskan oleh leluhur suku bangsa nusantara — yang kini disebut Indonesia — hingga layak menjadi pusat ziarah dan pengkajian serta pengembangan spiritual di dunia, seperti yang digagas dan terus digerakkan serta diperjuangkan oleh Sri Eko Sriyanto bersama sahabat dan kerabat GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) yang tengah menggagas pertemuan persaudaraan antar bangsa-bangsa di dunia di Indonesia dalam waktu dekat.

Atas dasar kekayaan sumber daya alam Indonesia serta warisan budaya suku bangsa nusantara yang kaya, Indonesia pantas menjadi rujukan dan pusat kajian serta pengembangan spiritual di dunia.

Baca Juga  Antisipasi Geng Motor Dan Balap Liar Polres Batu Bara Gencarkan Patroli Malam

Banten, 3 Desember 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *