Afni berharap keberhasilan yang ditunjukkan Gapoktan Mulia Tani tidak berhenti pada satu kawasan percontohan, tetapi dapat direplikasi ke seluruh wilayah Bunga Raya sehingga mampu menjadi model pengembangan pertanian modern di Kabupaten Siak.
“Saya harapkan kegiatan hari ini bukan hanya soal bulir-bulir padi yang kita panen, tetapi menjadi bukti hasil kerja keras bersama. Kalau semua pihak berkolaborasi membantu petani, saya yakin Bunga Raya bukan hanya memiliki satu demplot, tetapi satu kecamatan ini bisa menjadi contoh,” katanya.
Sementara itu, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau Panji Ahmad mengatakan pendampingan smart farming yang dilakukan selama lebih dari satu tahun mulai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan hasil panen.
“Alhamdulillah, dalam kurun waktu lebih dari satu tahun, program tersebut mulai menunjukkan hasil secara nyata. Dampak positifnya tercermin dari peningkatan produktivitas sekitar sepuluh persen,” ujar Panji.
Ia menjelaskan, pendampingan dilakukan melalui penerapan teknologi pertanian yang lebih presisi, mulai dari penggunaan benih unggul, pemupukan sesuai kebutuhan tanaman, pengendalian hama dan penyakit secara efektif, hingga pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern. Seluruh pendekatan tersebut juga diarahkan untuk mendukung praktik pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Ketua Gapoktan Mulia Tani, Yanto Sukanto mengatakan panen raya tahun ini merupakan panen kedua sejak kelompok tani tersebut menerapkan sistem smart farming bersama Bank Indonesia Provinsi Riau.
“Bagi kami para petani, panen raya bukan sekadar memanen hasil tanaman, tetapi menjadi puncak dari perjuangan panjang. Bersama Bank Indonesia kami menerapkan teknologi tepat guna, seperti penggunaan benih unggul berkualitas, pengendalian hama dan penyakit secara efektif, penggunaan alat dan mesin pertanian modern, hingga teknik pemupukan yang lebih terukur,” kata Yanto.
Keberhasilan program smart farming di Bunga Raya diharapkan menjadi contoh pengembangan pertanian modern di Provinsi Riau. Kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan petani dinilai menjadi fondasi penting dalam meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, serta mewujudkan sektor pertanian yang lebih efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Parlindungan Tambunan












