“Kami disuruh kerja pak kepala sekolah untuk memperbaiki plafon yang rusak di beberapa ruangan kelas, kalau dananya bukan dari dana bos tapi dari uang komitte sekolah yang dipungut sukarela dan saya tinggal disekitar sini,”kata Simatupang.
Tim media berusaha melakuka konfirmasi dan klarifikasi ke Kasek Amos Panggabean untuk bertemu tetapi sedang rapat di Raya Kabupaten Simalungun. Upaya terus dilakukan melalui panggilan whatsaap di nomor kontak 08526223XXXX terkait dana anggaran rehab dan sumber anggarannya apakah dibenarkan dari dana uang komitte karena seharusnya pembiayaan sarana dan prasarana ( sarpras) sumbernya penyerapan dana bos.
“Saya sedang rapat di Raya, kebetulan beberapa hari ini sekolah daring,”jawab Kasek Amos.
Ia juga menuturkan kalau pembiayaan rehab ruangan bukan dari uang komitte melainkan dari dana bos tetapi tidak menyebutkan jumlah anggaran rehab.
“Pembiayaan rehab plafon bukan dari dana komitte, dan tidak salah direhabkam, darimana tau tukang itu,”tuturnya singkat.
Media ini merasa kalau pernyataan tersebut harus ditindaklanjuti melalui konfirmasi resmi Kasek Amos, pengurus komite sekolah, kepala cabang dinas pendidikan( kacabdisdik) wilayah VI dan pihak lainnya untuk tranparansi anggaran.
Ia mengatakan kalau dirinya sudah tidak rapat disekolah Raya lagi, seolah-olah menghindar dan diduga berbohong karena tidak ada rapat di sekolah tersebut.
“Saya sudah siap rapat jam 12 dan mau pulang ini,”pungkasnya. (Tim)












