“Tantangan pembangunan saat ini tidak dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi antar pemerintah daerah agar pembangunan berjalan lebih cepat, daya saing daerah meningkat, serta peluang investasi semakin terbuka,”tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati mengatakan, Kabupaten Simalungun tidak tertinggal dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik. “Melalui forum ini kami juga memperluas jejaring kerja sama, membuka peluang investasi, serta menggali berbagai inovasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,”ujarnya
Selain menjadi wadah pembahasan mengenai penguatan otonomi daerah, HUT ke-26 APKASI juga menjadi ajang promosi potensi daerah melalui Forum Bisnis Daerah (Forbisda) yang mempertemukan pemerintah kabupaten dengan dunia usaha.
Dalam acara forum bisnis daerah dilakukan penandatangan MoU kerjasama antar daerah dalam rangka penanganan pengendalian inflasi daerah. Momen ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi, serta memperkuat kemitraan antardaerah di seluruh Indonesia.
Keikutsertaan Pemkab Simalungun dalam HUT ke-26 APKASI diharapkan membawa berbagai ide, inovasi, dan terobosan baru yang dapat diimplementasikan untuk mempercepat pembangunan daerah, kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat daya saing Kabupaten Simalungun di tingkat nasional.
Laporan AG












