Keempat keluarga yang harus menanggung kehilangan tersebut adalah Arianto Waruwu (33) dengan rumah papan berdinding tepas, Sanjaya Simalango (54) dengan hunian semi permanen, M. Manalu (29) yang rumah semi permanennya menjadi titik pertama kobaran api, serta Ewis Pratiwi Br. Silalahi alias Ma Samuel (45) yang rumah papannya terbakar sebagian. Keempat keluarga ini kini sangat membutuhkan uluran tangan dan perhatian dari berbagai pihak.
Penyebab kebakaran sementara diduga kuat berasal dari hubungan arus pendek listrik. Namun AKP Restuadi menegaskan bahwa penyelidikan tidak akan berhenti pada dugaan awal. “Kami telah berkoordinasi dengan tim Inafis Polres Simalungun untuk melakukan penyelidikan forensik yang lebih mendalam. Kami ingin memastikan penyebab sesungguhnya agar kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang,” ungkap AKP Restuadi.
Polsek Dolok Pardamean juga telah berkoordinasi dengan Forkopimca Dolok Pardamean dan Dinas Pemadam Kebakaran BPBD Pos Purba dalam penanganan di lapangan. Sebagai langkah preventif, warga diimbau melalui perangkat Desa dan Nagori setempat agar selalu memastikan instalasi listrik aman dan mematikan aliran listrik ketika meninggalkan rumah, demi keselamatan bersama.
Laporan AG/Taruli Clarisa Tambunan SE












