“Tahun ini kami laksanakan dalam tiga tahap. Ini tahap kedua dengan total peserta 180 orang. Sebelumnya dilakukan di halaman Kantor BPBD yang melibatkan enam OPD peserta 90 orang,” sebutnya.
Sementara hari ini pesertanya berasal dari Dinas Kominfo, Dinas Perhubungan, dan Dinas PUPR, dengan total 90 orang.
Sementara itu, tim medis Dinas Kesehatan dr Julia Adriani menjelaskan bahwa seluruh peserta wajib menjalani pemeriksaan dasar terlebih dahulu sebelum mengikuti tes kebugaran fisik.
“Ada pemeriksaan tekanan darah, tinggi dan berat badan, hingga asesmen riwayat kesehatan. Setelah itu baru dilakukan tes kebugaran dengan dua metode,” terangnya.
Metode pertama berupa lari sejauh 1,6 kilometer bagi peserta yang sehat secara fisik. Sementara bagi peserta yang memiliki keterbatasan, seperti masalah sendi atau kondisi lain yang tidak memungkinkan untuk berlari, digunakan metode jalan kaki selama enam menit.
“Penilaiannya berdasarkan waktu tempuh atau jarak yang dicapai. Hasilnya akan diklasifikasikan dalam kategori sangat baik, baik, cukup, atau kurang, disesuaikan dengan usia dan jenis kelamin,” tambahnya.
Setiap peserta akan menerima Kartu Menuju Bugar (KMB) yang mencatat hasil pemeriksaan kebugaran mereka. Kemudian direkap oleh tim pelaksana dan dilaporkan kepada masing-masing OPD serta ke Kementerian Kesehatan sebagai bagian dari pelaporan capaian program
Parlindungan Tambunan












