Afni menambahkan, berdasarkan data akurat dari Dinas Sosial total Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 dan 5 di tahun 2026 sebanyak 50946 KK dengan jiwa 182517 jiwa.
Bupati Afni berharap perusahaan tepat sasaran menyerahkan bantuan ke masyarakat yang memang sangat membutuhkan. Pihaknya juga akan fokus bersama dinas terkait memperkuat forum CSR sosial yang terbuka, transparan dan dikelola satu pintu.
“Kami khawatirnya perusahaan yang ada CSR memberikan pada orang yang itu-itu saja, lebih baik kita berjibaku bersama-sama sekitar 180.000 jiwa di desil 1-5. Jadi sekitar 40 persen, hampir 35 persen masyarakat di Kabupaten Siak dari 500 ribu penduduk kita berada dalam posisi desil 1 dan 5,” jelasnya.
Poin penting yang juga didiskusikan dalam pertemuan ini terkait kolaborasi Kerja Sama Operasional (KSO) sawit antara perusahaan dan BUMD, perkuat forum CSR satu pintu, infrastruktur dan BUMD Outsourcing.
“Mari kita pikirkan bersama, minimal tenaga kerja, CSR, jalan kita bareng-bareng. Kami berterima kasih kepada bapak-bapak yang sudah datang sampaikan salam saya kepada pimpinan, setelah ini dirumuskan yang sudah kita diskusikan ini karena ada 7 sesi lagi setelah ini,” pintanya.
Diskusi ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dan pelaku usaha sektor perkebunan dan industri kelapa sawit, fokus membahas hal penting terkait minimnya kontribusi perusahaan terhadap zakat.
Parlindungan Tambunan












