“Tim khusus ini tidak hanya berfungsi sebagai satuan reaksi cepat, tetapi juga sebagai kekuatan deteren di lapangan. Mereka akan ditempatkan di titik-titik rawan, bergerak secara fleksibel, dan siap bertindak sesuai situasi. Fokus utama kita adalah menciptakan ruang publik yang aman dan bebas dari ancaman premanisme,” kata Kombes Asep.
Lebih lanjut, Kombes Asep menegaskan, pendekatan yang dilakukan bukan semata-mata represif, melainkan juga preventif. Personel akan dibekali dengan kemampuan komunikasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat, terutama dalam menertibkan kawasan yang rawan tindakan kriminal.
Sementara itu, Dansat Brimob Polda Riau, Kombes Pol Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, pelatihan yang diberikan kepada tim khusus ini dirancang secara komprehensif untuk membentuk personel yang tangguh, disiplin, dan mampu mengambil keputusan cepat dalam situasi kritis.
“Kami tidak hanya melatih kemampuan teknis dan taktis, tetapi juga membangun karakter mereka sebagai penegak hukum yang profesional dan berintegritas. Mereka dituntut untuk mampu bertindak cepat, tepat, dan proporsional, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip hak asasi manusia,” terang Kombes Ketut.
Tim khusus ini akan mulai diterjunkan dalam waktu dekat di wilayah-wilayah yang telah dipetakan sebagai rawan kejahatan.
Dijelaskan Kombes Ketut Gede, nantinya tim akan bersinergi dengan fungsi-fungsi kepolisian lainnya dan menjadi kekuatan utama dalam operasi penanggulangan gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polda Riau.












