Tim memberikan edukasi mengenai berbagai faktor yang dapat memicu Karhutla serta dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan dan kehidupan masyarakat. Masyarakat juga diajak menjadi garda terdepan dalam pencegahan kebakaran, terutama di kawasan lahan masyarakat dan wilayah yang memiliki potensi rawan Karhutla.
Afni menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD dan masyarakat diperlukan untuk menghadapi ancaman Karhutla.
“Penanganan Karhutla tidak cukup dilakukan ketika api sudah muncul. Upaya pencegahan harus menjadi prioritas dengan membangun kesadaran masyarakat dan meningkatkan pengawasan terhadap wilayah yang berpotensi terbakar,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi di tengah Car Free Day mendapat respons positif dari masyarakat. Penyampaian edukasi secara langsung dinilai membuat pesan pencegahan lebih mudah diterima karena dilakukan ketika warga berkumpul dan beraktivitas bersama.
Afni juga mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang diumumkan Pemerintah Kabupaten Siak setiap hari pukul 16.00 WIB, lihat media sosial Pemkab Siak, seperti Diskominfo.
“Kalau kondisinya tidak sehat, jangan dipaksakan beraktivitas di luar, terutama bagi ibu hamil, lansia, dan anak-anak,” ujar Afni.
Dalam kesempatan itu, Afni turut mengucapkan selamat atas satu tahun penyelenggaraan Car Free Day Tualang serta mengapresiasi seluruh pengurus, pemerintah kecamatan, TNI, Polri, pelaku UMKM, dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.
Parlindungan Tambunan












