“Kami menyisir semua titik wisata ini satu per satu dengan teliti. Bukan sekadar lewat, tetapi kami benar-benar memastikan kondisi keamanan di setiap lokasi, menyapa wisatawan, dan memberikan himbauan dengan pendekatan yang ramah dan humanis,” ungkap Aipda Rolan Manik.
Dalam setiap lokasi yang dikunjungi, Aipda Rolan Manik dan timnya konsisten menerapkan pendekatan yang hangat dan bersahabat kepada para wisatawan dan warga sekitar. Salam, senyum, dan sapaan dikedepankan sebagai cara membangun kepercayaan dan kedekatan antara personel Polri dengan masyarakat, sehingga himbauan keamanan yang disampaikan dapat diterima dengan tulus dan penuh kesadaran oleh seluruh pengunjung destinasi wisata.
Aipda Rolan Manik juga mengungkapkan bahwa salah satu hasil nyata yang ingin diwujudkan melalui program Simalungun Safe Tourism ini adalah menjadikan Tigaras sebagai kota tujuan wisata yang dikenal tidak hanya karena keindahan alamnya yang memukau, tetapi juga karena reputasinya sebagai kawasan yang aman dan didukung oleh kearifan lokal yang hangat serta dapat diterima oleh wisatawan dari berbagai latar belakang.
“Kami ingin setiap wisatawan yang datang ke Tigaras dan seluruh destinasi wisata di Simalungun pulang dengan membawa cerita tentang keindahan alam dan keramahan masyarakat, bukan cerita tentang ketidakamanan. Itulah motivasi terbesar kami dalam menjalankan tugas ini setiap harinya,” pungkas Aipda Rolan Manik dengan penuh semangat.
Polres Simalungun di bawah kepemimpinan AKBP Marganda Aritonang berkomitmen untuk terus menghadirkan program Simalungun Safe Tourism sebagai jaminan nyata keamanan dan kenyamanan wisata di kawasan Danau Toba, demi terwujudnya Simalungun sebagai destinasi wisata kelas dunia yang aman, indah, dan berdaya saing tinggi.
Laporan AG












