> “Kami hadir bukan hanya menjaga wilayah, tapi juga menjaga kehidupan. Ketika rakyat datang ke pos dengan harapan, maka tugas kami adalah menjawabnya, bukan hanya dengan obat, tapi dengan perhatian dan ketulusan,” ungkap Letda Risal.
Bukan hanya Mama Delsera yang pulang dengan kantong obat, tetapi juga dengan senyum dan rasa tenang. Anak-anak yang menemani ibunya, mendengarkan percakapan para prajurit, barangkali mulai mengerti: bahwa TNI bukan sekadar penjaga batas, tetapi penjaga harapan di tengah sunyi pegunungan.
Di Pintu Jawa, batas negeri ini dijaga bukan hanya oleh senjata, tapi juga oleh cinta.
Dan di setiap denyut nadi yang diperiksa, terselip doa agar kedamaian terus tumbuh di tanah Papua. (Pen Yonif 700/WYC)












