Simalungun – Dewanusantaranews.com – Kepulan asap hitam membumbung tinggi dari arah belakang SD Negeri 091588 Serbalawan, Rabu pagi, 25 Februari 2026. Warga sekitar Jalan SM Raja, Kelurahan Serbalawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, langsung berhamburan keluar rumah saat mengetahui bangunan rumah dinas penjaga sekolah itu dilalap si jago merah sekira pukul 08.00 WIB. Kebakaran itu menghanguskan rumah milik Edy Suyono (58), seorang ASN yang sehari-hari bertugas sebagai penjaga sekolah tersebut, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta.
Salah seorang saksi, Mazlum Ariansyah (31), wiraswasta yang tinggal di Lingkungan VI Marihat Tengah, mengaku pertama kali melihat kepulan asap dari arah belakang sekolah. Ia pun langsung berteriak memperingatkan warga sekitar. Spontan, warga yang mendengar teriakan tersebut bergegas membantu menyelamatkan kendaraan mobil yang masih terparkir di dalam rumah sebelum api semakin membesar. Namun sayang, kobaran api terlanjur merambat cepat ke seluruh bagian bangunan.
Kabar kebakaran itu langsung sampai ke telinga petugas. KA SPK Polsek Serbalawan, AIPTU Paiduk Benny Lumbanraja, menerima informasi dari warga dan tanpa membuang waktu langsung menggerakkan personel menuju TKP. Bersamaan dengan itu, pihak kepolisian segera berkoordinasi dengan Pemadam Kebakaran PT. Bridgestone untuk meminta bantuan penanganan.
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada Kamis, 26 Februari 2026, sekira pukul 15.10 WIB, membenarkan insiden tersebut dan mengapresiasi kecepatan respons jajarannya.
“Begitu menerima laporan, personel Polsek Serbalawan langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Tidak ada waktu yang terbuang. Penanganan cepat adalah prioritas kami agar kebakaran tidak meluas dan tidak menimbulkan korban jiwa,” ujar AKP Verry Purba.
Sesampainya di lokasi, petugas mendapati api memang sudah membakar seluruh bagian rumah penjaga sekolah yang berada di bagian belakang bangunan SD Negeri 091588 Serbalawan. Satu unit mobil pemadam kebakaran milik PT. Bridgestone pun tiba di lokasi dan langsung bekerja keras melakukan pemadaman.
Hasilnya luar biasa. Dalam waktu kurang lebih 30 menit, api berhasil dijinakkan sepenuhnya. Tidak ada korban jiwa, dan yang paling menggembirakan — api tidak sempat merambat ke ruang kelas maupun bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.












