Latihan ini bukan sekadar kegiatan rutinitas, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas prajurit Korem 133/NW dalam bidang bela diri, khususnya pencak silat Militer. Sebagai salah satu warisan budaya bangsa, Pencak Silat Militer bukan hanya tentang teknik beladiri, tetapi juga mengandung nilai-nilai kejujuran, ketekunan, disiplin, dan rasa hormat – nilai-nilai yang sangat selaras dengan jati diri prajurit TNI AD.
Lebih lanjut, Danrem berharap para kader pelatih yang telah dilatih selama tiga bulan ini dapat menjadi ujung tombak dalam pembinaan dan pengembangan Pencak Silat Militer di satuan masing-masing. Jadilah pelatih yang mampu membimbing, melatih, dan memotivasi prajurit lainnya, serta mampu menanamkan semangat bela negara melalui seni beladiri khas Nusantara ini.
“Saya juga mengingatkan agar ilmu yang telah diperoleh tidak berhenti di sini. Teruslah belajar, berlatih, dan kembangkan diri. Karena tantangan tugas ke depan yang semakin kompleks, dan hanya prajurit yang terlatih dan tangguh yang akan mampu menjawabnya,” pungkasnya.
( Idrak )












