“Keberhasilan program jangan hanya diukur dari berapa banyak kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari berapa banyak masyarakat yang usahanya berkembang, seberapa luas akses pasar yang terbuka, berapa banyak lapangan kerja yang tercipta, dan seberapa besar peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Di sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Simalungun terus mendorong pengembangan desa wisata berbasis masyarakat dan berkelanjutan. Potensi alam dan budaya Simalungun sebagai bagian dari kawasan Danau Toba diharapkan mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat desa.
Sementara itu, melalui penyelarasan usaha ekspor kopi Simalungun, pemerintah membuka akses yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha kopi untuk memperkuat jaringan serta menembus pasar internasional.
“Kopi Simalungun memiliki cita rasa khas yang telah diakui. Melalui agenda penyelarasan usaha ini, kita membuka jalur yang lebih luas bagi para petani kopi kita untuk menembus pasar ekspor internasional,” ungkap Bupati.
Bupati menegaskan, keberlanjutan program-program tersebut memerlukan kerja sama seluruh elemen, mulai dari pemerintah, lembaga perbankan, dunia usaha, petani, pelaku UMKM, hingga masyarakat luas.
“Festival boleh berakhir, tetapi sinergi harus terus berjalan. Penutupan Karya Hita Festival bukanlah akhir, melainkan awal untuk memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, memperkuat UMKM, mengembangkan desa wisata, serta membawa produk unggulan Simalungun menuju pasar yang lebih luas,” tegasnya.
Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun ekonomi dari desa, memperkuat UMKM, mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif, serta mendorong kopi Simalungun menjadi produk unggulan yang semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
Hadir dalam acara tersebut jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Simalungun, Sekretaris Daerah Mixnon Andreas Simamora didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ny. Yulince Mixnon Andreas Simamora, jajaran Pemerintah Kabupaten Simalungun, Pimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar beserta jajarannya, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, petani serta pelaku usaha kopi, pengelola desa wisata, pelaku industri pariwisata, serta para tamu undangan.(*)












