“Saya risau betul nengok tepi jalan semakin tergerus, laut semakin dekat dengan rumah-rumah masyarakat. Sudah banyak rumah-rumah masyarakat kita yang jatuh ke laut, ini dalah cobaan untuk kita karena alam,” ujar Bupati Afni.
“Supaya jangan sampai Kampung ini hilang, kehilangan kebun dan tanah mungkin kita masih bisa cari tempat lain. Tapi kalau sudah kehilangan makam emak kita, kehilangan kampung kita, kemana kita lagi mau berkampung dan berziarah,” sambungnya.
Bupati Afni mengapresiasi peran masyarakat dan generasi muda yang ikut menjaga keberlangsungan tradisi melalui pelaksanaan karnaval, sekaligus berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun.
Sepanjang rute, peserta karnaval menampilkan berbagai atraksi budaya, mulai dari permainan anak-anak, peralatan tradisional, hingga kesenian lokal. Musik dan tarian khas kampung tempo dulu mengiringi peserta, menciptakan nuansa budaya yang nyata dan hangat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi rangkaian awal Karnaval Tempo Doeloe Lalang Festival yang akan berlangsung selama lima hari, menghadirkan berbagai atraksi budaya dan hiburan tradisional.
Parlindungan Tambunan












