Dalam konteks itulah, Apel Patriot Ketahanan Pangan digelar. Addin menjelaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya mencakup pertanian, tetapi juga sektor perkebunan, peternakan, dan perikanan.
“Mayoritas warga NU tinggal di desa. Mereka memiliki tanah, lahan, alat, bahkan sungai. Semua potensi ini harus dimanfaatkan secara produktif untuk kemandirian kader dan organisasi,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan rencana GP Ansor untuk memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan, guna memastikan program-program ekonomi, pendidikan, dan sosial NU dapat berjalan optimal.
“Pondok pesantren, sekolah, rumah sakit semuanya ada di desa. Kalau struktur kita kuat sampai ke bawah, seluruh mimpi kita akan terwujud,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Addin memberikan apresiasi khusus kepada seluruh jajaran PW GP Ansor Riau atas dedikasinya dalam membangkitkan semangat dan militansi kader.
“Kita bukan kader pinggiran. Kita bangun kepercayaan diri dari pinggiran, menuju pusat, dan naik ke atas. Berkhidmat di organisasi artinya mewujudkan mimpi-mimpi besar bersama,” tandasnya.
Meskipun sempat diguyur hujan rintik, semangat para peserta tetap menyala. Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan simbolis 5.000 bibit tanaman buah kepada pondok pesantren se-Provinsi Riau, sebagai wujud komitmen GP Ansor terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PW GP Ansor Riau, Koordinator Wilayah GP Ansor Riau-Kepri, serta jajaran pengurus Ansor, Banser, dan kader NU dari berbagai daerah di Riau.
Parlindungan Tambunan












