Bagi Afni, revitalisasi sekolah di wilayah pesisir tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menghentikan upaya pemerintah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Saat melihat langsung kondisi sekolah beberapa bulan lalu, Afni mengaku prihatin. Namun di tengah efisiensi APBD, pemerintah daerah harus mencari jalan lain agar persoalan tersebut tetap bisa diselesaikan.
“Saya berpikir ini kondisinya di tengah APBD efisiensi, namun kita tidak boleh menyerah. Pasti masih ada jalan lain dan orang-orang baik yang membantu kita,” ungkap Afni.
Persoalan itu kemudian disampaikannya kepada manajemen RAPP saat bertemu di Jakarta. Dukungan perusahaan akhirnya membuat revitalisasi SD Negeri 17 Teluk Lanus dapat direalisasikan.
Afni berharap perubahan fisik sekolah tersebut diikuti semangat baru dari siswa dan guru dalam menjalankan proses belajar mengajar.
“Dengan revitalisasi bangunan sekolah ini, diharapkan para siswa dan guru lebih bersemangat dalam melakukan aktivitas mengajar,” ujarnya.
Selain dukungan dunia usaha, Afni menyebutkan pemerintah pusat juga melakukan revitalisasi sekolah di Kabupaten Siak. Berdasarkan laporan yang diterimanya, terdapat 74 sekolah jenjang TK, SD dan SMP yang mendapat revitalisasi melalui dana APBN tahun ini dengan nilai sekitar Rp64 miliar.
Bupati perempuan pertama di Siak itu meminta kepala sekolah terus memperbarui data pokok pendidikan (Dapodik), sementara para penghulu ikut membantu mengingatkan sekolah di wilayah masing-masing agar kebutuhan pendidikan dapat terdata dengan baik.
“Kolaborasi seperti ini sangat membantu mewujudkan layanan dasar masyarakat seperti pendidikan, kesehatan dan infrastruktur yang memadai,” ucap Afni.
(Eko/MC Siak)












