“Saya perdana eksplorasi di Sumatera, Provinsi Riau yang tepatnya di Kabupaten Siak. Di Siak ini kaya sekali akan budaya dan sejarahnya. Bahkan saya bilang ini kabupaten prasejarah. Artefaknya lengkap, masih ada istana, peninggalannya, foto-foto, dan dokumentasinya juga lengkap,” ucapnya.
Menurutnya, Siak memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata edukatif, terutama bagi generasi muda. Selain menikmati keindahan kota, wisatawan juga dapat mempelajari sejarah yang masih terjaga dengan baik.
“Kita pasti akan berkomunikasi nanti dengan pemerintah pusat terkait dukungan terhadap pelestarian dan revitalisasi sejumlah situs bersejarah di Siak, karena saya sudah berkeliling tadi, memang kondisinya sangat memprihatinkan dan nilai sejarahnya itu sangat besar. Jadi, tentu kita dukung,” kata Putri Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan itu.
Dalam kunjungan tersebut, Zita dan rombongan terlebih dahulu diajak menikmati panorama Kota Siak dari fasilitas lift Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah. Dari ketinggian, tampak bentang kota yang tertata rapi di sepanjang tepian Sungai Siak, sebelum kunjungan dilanjutkan ke sejumlah situs bersejarah.
Eksplorasi dimulai dari Museum Balairung Sri atau Balai Kerapatan Tinggi, pusat pemerintahan Kesultanan Siak pada masa lalu. Bangunan bersejarah tersebut menjadi saksi berbagai keputusan penting kerajaan dan hingga kini tetap terjaga sebagai destinasi wisata sejarah.
Parlindungan Tambunan












