Maria mengatakan,para oknum pelaku penipuan online tersebut, memiliki beragam modus untuk melancarkan aksinya,diantaranya melalui media sosial seperti, Facebook, Instagram, atau WhatsApp. Biasanya, oknum pelaku ini, , menyamar sebagai orang yang kita kenal atau kerabat bahkan dia mengetahui,,mengenal keluarga kita.Modusnya, biasanya berpura-pura menjadi orang terkenal, ataupun keluarga dan kerabat kita. Baru, dia menghubungi melalui direct message dengan tujuan untuk menipu.
Tak sampai di situ, lanjut Maria, penipuan juga terjadi bisa dari transaksi ataupun arisan online. Ia meminta masyarakat, jangan mudah terpedaya, jika ada yang tawarkan barang dengan harga di bawah pasaran.Apalagi, pelakunya minta kita untuk men-transfer uang muka dahulu. Itu biasanya sudah jelas penipuan. Jika ingin bertransaksi online, pahami dulu kredibilitas si penjual. Dan, utamakan jual beli di situs yang terpercaya,” jelas AKP Maria.
Kemudian, akhir-akhir ini, sebutnya, kerap muncul modus penipuan baru berupa link undangan pernikahan digital. Link yang seharusnya format pdf, malah datang berbentuk Apk. Ini, juga salah satu yang mengarah ke cyber crime atau kejahatan online.
“Biasanya, kegiatan-kegiatan seperti ini ulah daripada hacker-hacker nakal yang hendak meretas ponsel kita. Untuk itu, jangan sembarangan meng-click undangan pernikahan digital ini,.Kuncinya adalah pada kita.Jangan gampang tergiur dengan janji janji melalui ucapannbaik sscara langsung maupun dari WA dan Message” Ujat AKP Maria












