Selain Afni, putri Presiden Keempat RI, Alissa Wahid, juga masuk dalam daftar tersebut. Alissa dinilai konsisten menolak pemberian izin usaha pertambangan kepada organisasi keagamaan serta aktif menyatukan gerakan masyarakat sipil untuk memperkuat toleransi, keadilan ekologis, dan nalar kritis.
Nama lain yang turut masuk dalam daftar ialah Gus Kautsar, pengasuh Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri. Ia dinilai mampu menjembatani kajian kitab klasik dengan realitas sosial kontemporer melalui penguatan jejaring kiai muda, pembinaan santri urban, serta pengembangan ekosistem ekonomi sirkular berbasis komoditas lokal.
Sementara itu, Hening Purwati dinilai berhasil mengembangkan gerakan yang menghubungkan isu lingkungan dengan feminisme yang dipadukan dengan nilai-nilai keagamaan melalui gerakan Eco-Jihad. Sebagai Koordinator Nasional Green Faith Indonesia dan pimpinan LLHPB ‘Aisyiyah, Hening aktif menggerakkan masyarakat lintas agama dalam isu pelestarian lingkungan dan transisi energi yang berkeadilan.
Sejumlah nama lain yang masuk dalam daftar tersebut antara lain Novel Baswedan, Bivitri Susanti, Farwiza Farhan, Andrew Kalaweit, dan Victor Yeimo.
Penyusun menegaskan daftar 22 Sosok Reset Indonesia bukan dimaksudkan sebagai daftar tokoh yang sempurna. Seluruh nama dipilih karena dinilai memiliki komitmen, keberanian, dan gagasan yang dapat menjadi inspirasi bagi lahirnya perubahan di Indonesia.
Daftar 22 Sosok Reset Indonesia:
1. Afni Zulkifli
2. Alissa Wahid
3. Andrew Kalaweit
4. A.S. Rosyid
5. Bivitri Susanti
6. Chiki Fawzi
7. Dicky Senda
8. Farwiza Farhan
9. Gus Kautsar
10. Hening Purwati
11. Iman Zanatul
12. Jacky Manuputty
13. John Bamba
14. Kalis Mardiasih
15. Lian Gogali
16. Media Askar
17. M. Nur Arifin
18. Novel Baswedan
19. Virdian Aurellio
20. Zainal Arifin
21. Dorthea Wabiser
22. Victor Yeimo.
Parlindungan Tambunan












