SIMALUNGUN – Dewanusantaranews.com – Pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi ringan ruangan kelas di lingkungan SMAN 1 Panombeian Pane menjadi sorotan publik dan memunculkan pertanyaan serius.
Pasalnya, pembiayaan rehabilitasi ringan itu di kabarkan masyarakat sekitar berasal dari uang komitte sekolah yang diduga dipungut dari siswa.
Informasi ini memunculkan pertanyaan mengenai transparansi sumber anggaran, keterbukaan informasi, serta mekanisme pengelolaan dana yang digunakan untuk kegiatan rehabilitasi tersebut.
Pada hari Senin, 19 Oktober 2026, sekitar pukul 13.00 WIB, tim media melakukan monitoring dan kontrol sosial ke SMAN 1 Panombeian Pane untuk melihat secara langsung pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi sekaligus menggali informasi mengenai sumber pembiayaan kegiatan tersebut.
Tim media mempertanyakan keberadaan papan informasi proyek serta asal-usul anggaran yang digunakan untuk membiayai pekerjaan rehabilitasi tersebut, apakah bersumber dari APBD, dana bos kepada seorang pekerja tukang.
Menurut penuturan seorang tukang Pria paruh baya bermarga Simatupang, mengatakan bahwa papan proyek tidak tersedia karena pekerjaan tersebut dibiayai menggunakan uang komite sekolah bukan dari dana bos atau APBD.
“Jelas tidak ada papan proyeknya ito karena bukan dari dana bos dan APBD,”ucap Simatupang.
Ia juga mengatakan kalau mereka diperkerjakan langsung oleh Kepala Sekolah (Kasek) SMA Negeri 1 Panombeian Pane, Amos Panggabean.












